Postingan

Perasaan tak lagi diinginkan.

Gambar
Dalam hidup ku pernah setidak nya 1 kali rasanya ada orang yang jelas jelas ingin aku tidak lagi ikut campur dalam hidup nya. Dari yang dekat menjadi 'bermusuhan'. Dia tak ingin bicara denganku, berada di dekatku, bahkan hampir menganggap aku tak ada. Now.. kesalahanku waktu itu adalah tidak mencoba mencari tau, kenapa? apa salah ku sehingga kamu ingin hapus aku dalam hidupmu? kubiarkan situasi ini berlarut larut sampai 6 bulan baru aku berani bertanya. kenapa? (6 bulan yang menyedihkan tentunya) Kenyataan nya memang ada orang yang tak ingin lagi berhubungan denganmu Din, dia tak suka sikap ku, salah paham dengan komunikasiku dan berpendapat aku merugikan untuknya.  Dulu rasanya perih menerima kenyataan, merasakan perasaan 'tak lagi diinginkan' perasaan 'dibuang' 'disingkirkan'. Rasanya seperti menelan pil pahit. Tapi akhirnya kulalui. 3 Tips yang sepertinya berguna jikala aku merasakan kembali perasaan itu adalah, 1) 'jauhi sosmed' dengan mengum...

Tentang Mencintai Apa Adanya, Menerima dengan Lapang Dada

Gambar
Hai kembali lagi dengan penulis blog dan mungkin juga satu-satunya pembaca disini, aku kira blog ini akan bersifat umum tapi ternyata banyak topik yang aku bahas bersifat pribadi dan lebih ke curhat! hmm apapun itu biarlah semasih jemari ini masih aktif aku akan tetap menulis! dibaca ataupun tidak dibaca, karena menulis membantuku merasa bebas! so here you go! Sabtu 29 Januari 2022, awal tahun yang menurut ku masih belum kutata baik untuk memulai sebuah tahun. Masih dengan pikiran yang sama namun dengan goals yang lebih jelas saja, persiapannya? masih belum ada 10%  Okey, fokus ke judul nya, hari ini adalah tentang "Menerima dengan lapang dada" "mencintai apa adanya" apa yang perlu di terima? dan apa yang perlu di cintai apa adanya?  jawabannya: ngga ada. kamu terlalu  banyak berfikir din. Kalau cinta ya cinta kalau menerima ya menerima.  terkadang aku merumitkan sesuatu. hal hal yang sudah ku ketahui jawabannya tapi ku menolak, aku terlanjur takut, takut apa? takut...

Perjalanan Menemukan Kepercayaan Diri

Gambar
Hai berikut adalah sepenggal kisah ku dan perjalanan ku menemukan kepercayaan diri.  Menginjak usia 25 tahun, entah kenapa pikiranku bergelut makin liar, beragam hal ku pikirkan, topik yang dulunya bodo amat sekarang jadi kepikiran. Mungkin memang sudah waktunya, semakin bertambah usia makin banyak memori dilalui, makin sedikit waktu tersisa.  Ketika kita belum tuntas memikirkan tentang diri sendiri, sosial dan lingkungan memberimu standard hidup. Sedikit background aku terlahir dari keluarga tradisional di pedesaan dengan kedua orang tua penyayang namun lemah secara ekonomi (secara standar hidup orang indonesia). Tidak menampik bawha ekonomi menjadi salah satu faktor rendah nya kepercayaan diriku sewaktu dalam pergaulan. Sebelum memperluas pergaulan aku nyaman dengan yang aku punya dan tau itu yang terbaik yang orang tua ku bisa berikan. Karena sepanjang perjalanan kecil aku selalu ingat perkataan mamak "mamak ngga bisa berikan yang 'terbagus' tapi mamak bapak akan selal...

MENJADI LAKI LAKI

Gambar
‘Masculinity represents strength not just physically, but mentally and emotionally.’  Illustration: Lehel Kovacs Aku seorang Perempuan, bukan seorang laki-laki. Disaat dunia begitu kejam terhadap kita yang dewasa ini, yang sedang berproses dan bertahan. Menjadi laki-laki pastilah sangat susah. Banyaknya tuntuan yang harus di emban saat menjadi anak laki-laki, harapan-harapan yang digantungkan pada pundak kalian bahkan saat masih didalam kandungan. Menjadi laki-laki, yang akan mendapat label 'kepala keluarga' sebuah posisi vital dengan segala tanggung jawabnya.  Banyak laki-laki yang ku kenal memiliki mental keras karna pola didik 'toxic masculinity' yang ditanamkan sedari kecil, ngga boleh cengeng, harus kuat, kamu kan laki-laki dan segala macam framing yang mengotakkan figur laki laki ini sebagai pribadi yang harus selalu kuat dan bisa diandalkan. Bagaikan beban yang selalu dipikul tanpa bisa dibagi. Apalagi setelah berkeluarga hidup istri dan anak tanpa sadar menjadi ...

Hari yang Memilukan

Rabu, 15 September 2021 [20:42 WITA] Ruang rawat inap RS Ari Canti. Tak akan pernah ku lupakan subuh Selasa, 14 September 2021. Hari itu jam 3 pagi diawali dengan ketakutan terbesarku. Bapak bangun dengan keadaan kesakitan. Mamak panik, adikku juga panik, di gedor pintu ku, aku linglung. Kejadiannya begitu cepat tapi terus terekam dikepala. Dibantu tetangga. Bapak dibawa ke UGD dan dibawa ke ICU. Subuh hari aku berdoa keras. Bapak kelihatan sakit, tiada angin tiada hujan tiba tiba kesakitan. Seperti tidak percaya. Pikiran-pikiran dan emosi bercampur aduk tidak karuan. Syukurnya masa kritis telah terlewati. Bapak merasa mendingan dan tensi kembali normal, detak jantung lemah tapi bapak bisa sedikit tersenyum. Syukurlah Astungkara Puji Tuhan. Terimakasih Tuhan. Terimakasih Tuhan. Terimakasih Tuhan. Terimakasih Tuhan. Terimakasih Bapak. Bapak berangsur membaik. Bapak tidak kesakitan lagi. Bapak ketawa lagi, makan lahap lagi, bapak becanda lagi. Bapak adalah segalanya bagiku. selamanya aka...

Menjadi Aku yang... olehmu.

Gambar
Hari ini kita membicarakan banyak sekali hal, dan aku mensyukuri itu. Beberapa pembicaraan tentang kita membuat ku menyadari sisi lain dirimu. Sosok diri yang selalu kamu bawa di hadapan orang lain ternyata tidak berlaku kepadaku. Perasaanku campur aduk, antara senang, tersanjung, bangga, kemudian sedih dan termotivasi. Katamu kamu memiliki sisi mu yang berbeda, sisi yang hanya kamu rasakan saat bersamaku. Selain perasaan sayang dan kasih. Ada perasaan saat cemas dan kurang percaya diri menjadikan ku milikmu. Hah?! apa aku ngga salah dengar? sebagian otakku berproses sambil diam saat kalimat lain meluncur dari lidahmu. "Ngga ada yang jamin kamu akan selalu memilihku" padahal disaat yang sama aku dalam hati berkata "Tidak ada juga yang jamin kamu akan selalu memilihku". Yang aku pahami dari pembicaraan kita adalah rasanya penting dalam hubungan memiliki secuil  perasaan ini. Disaat bersamaan : aku yakin akan perasaan ku mencintaimu! tapi di saat itu juga aku ragu aka...

TO BE MATTER.

Gambar
It's about life and all the things that matter Life it self is a blessing and also a curse I believe the reason GOD give me another chance to live is to pay my debt How my life's gonna be? I don't know  I wonder too I'm grateful, so so very grateful As me living right now, there is so much joy GOD I'm so sorry, for my mistakes For my sins For my greed As I want my soul to be pure again I'll keep trying To be matter. -21 June 2021-